
Pasaman – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas menggelar edukasi kesehatan lingkungan melalui program “Udara Bersih, Keluarga Sehat” di Nagari Tanjung Baringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang serbaguna Ambun Coffee Resto tersebut diikuti 22 peserta yang didominasi ibu rumah tangga. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap berbagai sumber pencemaran udara serta dampaknya terhadap kesehatan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa FKM Unand mengajak masyarakat mengenali sumber pencemaran udara yang berada di sekitar kehidupan sehari-hari. Pencemaran udara dari lingkungan luar antara lain berasal dari asap kendaraan, debu aktivitas stone crusher atau pertambangan, pembakaran jerami dan sampah, penggunaan pestisida, hingga asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Tidak hanya pencemaran dari luar rumah, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai sumber polusi udara di dalam rumah. Di antaranya asap dari aktivitas memasak menggunakan kayu bakar atau arang, asap rokok, emisi kendaraan yang dipanaskan di sekitar rumah, penggunaan bahan kimia rumah tangga, serta debu dan jamur di dalam ruangan.
Mahasiswa menjelaskan bahwa paparan udara tercemar dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti batuk, iritasi mata dan tenggorokan, sesak napas, sakit kepala hingga infeksi saluran pernapasan akut. Dalam jangka panjang, paparan terhadap pencemar tertentu juga dapat berkaitan dengan penyakit paru kronis dan gangguan kesehatan lainnya.
Materi disampaikan menggunakan media PowerPoint yang ditampilkan melalui layar televisi serta leaflet yang dibagikan kepada peserta. Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab.
Antusiasme peserta terlihat selama diskusi berlangsung. Sejumlah peserta aktif menjawab pertanyaan dan menyampaikan persoalan yang mereka temui di lingkungan tempat tinggal, termasuk mengenai cara mengetahui kualitas udara, dampak pembakaran jerami, jenis tanaman yang dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, penggunaan pengharum ruangan, hingga alternatif penggunaan obat nyamuk bakar.
Berdasarkan hasil evaluasi, sebagian besar peserta telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai pencemaran udara. Sebanyak 68 persen peserta berada pada kategori pengetahuan baik, sementara 32 persen lainnya berada pada kategori cukup.
Namun, evaluasi juga menemukan sejumlah kebiasaan yang masih berpotensi meningkatkan paparan pencemaran udara. Sebanyak 27 persen peserta masih melakukan pembakaran sampah rumah tangga, sedangkan 55 persen masih membakar daun atau sisa tanaman. Sebagian peserta juga masih melakukan aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara berdebu atau berasap.
Di sisi lain, sejumlah perilaku pencegahan telah diterapkan oleh masyarakat. Seluruh peserta menyatakan mengingatkan anggota keluarga agar tidak merokok di dalam rumah. Selain itu, 95 persen peserta menyatakan membuka pintu atau jendela saat memasak dan menggunakan masker ketika berada di lingkungan yang berdebu.

Mahasiswa FKM Unand juga menekankan pentingnya peran ibu dalam menjaga kualitas udara di lingkungan keluarga. Ibu rumah tangga dinilai memiliki posisi strategis dalam mengatur kondisi udara di dalam rumah, mengingatkan anggota keluarga untuk tidak merokok di dalam rumah, menerapkan kebiasaan memasak yang lebih aman, serta mengenali gejala gangguan kesehatan yang mungkin muncul akibat paparan udara tercemar.
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat didorong untuk mengurangi kebiasaan membakar sampah dan sisa tanaman, menjaga ventilasi rumah, menggunakan alat pelindung diri ketika berada di lingkungan berdebu atau berasap, serta memberikan perlindungan lebih kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan masyarakat dengan penyakit pernapasan.
Program “Udara Bersih, Keluarga Sehat” menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa FKM Universitas Andalas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kualitas udara bagi kesehatan. Edukasi diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku yang dimulai dari lingkungan keluarga dan berkembang menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat (YF).




