Padang (25/09) — Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Barat menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati Milad ke-60 KAHMI pada hari Jumat 25 September 2026 bertempat di Graha Hang Tuah Kota Padang.
Peringatan tersebut diisi dengan diskusi publik bertema “KAHMI dan Masa Depan Demokrasi: Meneguhkan Peran Kebangsaan Menuju Rakyat yang Berdaulat” dengan menghadirkan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Prof. Dr. Valina Singka Subekti, M.Si. sebagai narasumber.
Kegiatan turut dihadiri Presidium MW KAHMI Sumatera Barat Hj. Dyan Eka Putri, S.Si.; Mevrizal, M.H.; Sabar A.S., S.Ag., M.Si.; Dr. Rahmat Tuanku Sulaiman, S.Sos., S.Sos.I., M.M.; Dr. Eka Vidya Putra, M.Si.; Yofialdi, M.M.; dan Doni Harsiva Yandra, S.Ip., M.E., serta jajaran HMI dan KAHMI se-Sumatera Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Presidium MW KAHMI Sumatera Barat, Hj. Dyan Eka Putri, S.Si., menekankan pentingnya peran kader dan alumni HMI dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, aktivis yang selama ini tumbuh dari proses perkaderan dan pengabdian di tengah masyarakat memiliki ruang dan hak yang sama untuk mengambil bagian dalam kontestasi demokrasi.
“Aktivis berhak menang dalam pesta demokrasi. Karena aktivis juga merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki gagasan, pengalaman, dan rekam pengabdian. Ketika memiliki kapasitas dan mendapat kepercayaan masyarakat, tentu memiliki hak yang sama untuk tampil dan berkompetisi dalam demokrasi.” ujar Dyan.
Dyan menilai, keterlibatan aktivis dalam kehidupan politik dan demokrasi merupakan salah satu bentuk pengabdian yang dapat ditempuh sesuai dengan kapasitas dan pilihan masing-masing. Namun, ia menekankan bahwa proses tersebut harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, etika, serta kepentingan masyarakat.
Menurutnya, pengalaman organisasi dan proses perkaderan yang dijalani aktivis HMI dapat menjadi bekal dalam memahami persoalan masyarakat sekaligus merumuskan gagasan untuk kepentingan publik.
Karena itu, Dyan mengajak seluruh keluarga besar HMI dan KAHMI untuk terus memperkuat silaturahmi serta membangun komunikasi yang produktif.
“Mari jadikan momentum tasyakuran Milad ke-60 KAHMI ini sebagai sarana silaturrahmi sesama alumni HMI. Sebagai aktivis, kita mesti memberikan kontribusi yang nyata kepada bangsa dan negara.” ucap Dyan
Ia berharap, ke depan semakin banyak kader dan alumni HMI yang berkontribusi di berbagai bidang, termasuk dalam ruang-ruang demokrasi dan pemerintahan. Kehadiran aktivis di berbagai sektor, menurutnya, merupakan bagian dari dinamika pengabdian yang dapat dilakukan sesuai kompetensi dan pilihan masing-masing.
“Yang terpenting adalah bagaimana setiap alumni dan kader mampu menjaga nilai-nilai perjuangan, mengedepankan integritas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.” pungkas Dyan
Sementara itu, diskusi publik dalam rangkaian Milad ke-60 KAHMI menjadi ruang untuk membahas perkembangan demokrasi dan tantangan kehidupan kebangsaan. Forum tersebut juga menjadi momentum bagi keluarga besar HMI dan KAHMI untuk memperkuat gagasan mengenai peran generasi muda dan alumni dalam kehidupan demokrasi Indonesia.
Peringatan Milad ke-60 KAHMI Sumatera Barat tersebut ditutup dengan doa dan ramah tamah yang diikuti keluarga besar HMI dan KAHMI se-Sumatera Barat. (FF)




