Saturday, October 24, 2026

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Ponpes MTI Ashabul Kahfi Rawang Gunung Malelo Kobarkan Semangat Nasionalisme

Pesisir Selatan (23/10) — Pondok Pesantren MTI Ashabul Kahfi Rawang Gunung Malelo Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan pada hari Kamis 22 Oktober 2026.

 

Kondisi keterbatasan fasilitas yang tersedia tidak menyurutkan semangat keluarga besar Pondok Pesantren MTI Ashabul Kahfi untuk mengikuti upacara peringatan hari bersejarah bagi kalangan santri tersebut. Para santri, pimpinan pondok, serta majelis guru tampak mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Upacara tersebut menjadi momentum untuk menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan, kedisiplinan, cinta Tanah Air, serta tanggung jawab santri dalam melanjutkan perjuangan para pendahulu bangsa.

 

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Wustha, Ustaz Erpalzi, S.Pd., yang juga dikenal dengan nama Malin Sulaiman, menyampaikan amanat mengenai pentingnya perjuangan santri di era modern. Ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi santri saat ini berbeda dengan perjuangan para pendahulu pada masa penjajahan.

 

Menurutnya, santri pada masa lalu berjuang melawan penjajah dengan berbagai cara, termasuk mengangkat senjata demi mempertahankan kemerdekaan. Sementara itu, santri masa kini dituntut mampu menghadapi tantangan yang berasal dari dalam diri sendiri, seperti kemalasan, ketidakdisiplinan, serta berbagai perilaku yang dapat menghambat perkembangan diri.

 

“Santri saat ini bukan lagi berperang melawan penjajah dengan mengangkat bambu runcing dan tombak, tetapi berjuang melawan diri sendiri. Sebab, diri kita sendiri bisa menjadi sumber kesuksesan sekaligus kegagalan. Ketika seorang santri mampu mengendalikan dan mengalahkan kelemahan dalam dirinya, maka ia akan memiliki bekal yang kuat untuk berkontribusi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).” ungkapnya

 

Ia juga menekankan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk mengenang sejarah panjang perjuangan para kiai, ulama, dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

 

Menurut Malin, kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia saat ini tidak terlepas dari pengorbanan para ulama dan santri yang turut berjuang mempertahankan kehormatan agama, bangsa, dan negara.

 

“Hari Santri merupakan momentum yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi keluarga besar pesantren. Berkat perjuangan para kiai dan santri, kemerdekaan yang kita nikmati hari ini dapat diraih dan dipertahankan. Karena itu, generasi santri sekarang harus mampu meneruskan perjuangan tersebut melalui pendidikan, akhlak yang mulia, ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.” tegasnya

 

Upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 tersebut dihadiri oleh pimpinan Pondok Pesantren MTI Ashabul Kahfi, Kepala Ulya, seluruh majelis guru, serta para santri. Kehadiran seluruh keluarga besar pesantren mencerminkan komitmen bersama untuk terus menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di lingkungan pendidikan pesantren.

 

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren MTI Ashabul Kahfi, Buya Heru Kisnanto, S.Ag., yang juga dikenal dengan sebutan Tengku Kebijaksanaan, menekankan pentingnya menjaga semangat nasionalisme di kalangan santri. Ia mengajak seluruh santri untuk meneladani perjuangan para ulama dan kiai yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan serta perjalanan bangsa Indonesia.

 

Selain itu, ia menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

 

Menurutnya, pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan perlu ditanamkan sejak dini kepada para santri agar mereka tidak hanya memiliki pengetahuan agama yang kuat, tetapi juga mempunyai wawasan kebangsaan, sikap toleransi, serta komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

 

Pesantren, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa. Dengan bekal pendidikan agama dan wawasan kebangsaan yang seimbang, santri diharapkan mampu mengambil bagian dalam menjawab berbagai tantangan zaman.

 

Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Pondok Pesantren MTI Ashabul Kahfi Rawang Gunung Malelo ini juga menjadi pengingat bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk menumbuhkan semangat belajar, memperkuat persaudaraan, dan menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus bangsa.

 

Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Santri Nasional Tahun 2026 yang diusung pemerintah, yakni “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas.”

 

Tema tersebut menjadi ajakan bagi seluruh santri Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperdalam ilmu pengetahuan, memperkuat akhlak, serta mengambil peran nyata dalam pembangunan nasional.

 

Melalui momentum Hari Santri Nasional ini, keluarga besar Pondok Pesantren MTI Ashabul Kahfi Rawang Gunung Malelo diharapkan semakin termotivasi untuk melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme, semangat pengabdian, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan demi terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaya saing. (FF)

" Jasa Pembuatan Website Murah, Keren & Ga Ribet "

Jenis Website

Service

More