Thursday, June 18, 2026

HIMA IKM FKM Universitas Andalas Gelar Desa Binaan 2026, Perkuat Upaya Pencegahan DBD di Alai Parak Kopi

Padang – Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak cukup hanya dilakukan ketika kasus telah terjadi. Diperlukan upaya preventif yang berkelanjutan melalui lingkungan yang bersih, kesadaran masyarakat yang tinggi, serta keterlibatan seluruh elemen dalam memberantas tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Berangkat dari semangat tersebut, Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat (HIMA IKM) Keluarga Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas melaksanakan Program Desa Binaan 2026 di Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

Program yang mengusung tema “Peduli Lingkungan, Berani Berantas Jentik” ini dilaksanakan melalui tiga kali kunjungan pada 10, 17, dan 24 Mei 2026. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara HIMA IKM FKM Universitas Andalas dengan program pengabdian kepada masyarakat yang dipimpin oleh dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, Yeffi Masnarivan, S.K.M., M.Kes.

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara mahasiswa dan dosen dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat.

Pada kunjungan pertama, masyarakat mendapatkan edukasi bertajuk “Waspada DBD: Cegah, Kenali, dan Laporkan” yang disampaikan oleh Yeffi Masnarivan, S.K.M., M.Kes., yang memiliki keahlian di bidang epidemiologi. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya mengenali gejala DBD sejak dini, menjaga kebersihan lingkungan, serta melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.

“Pencegahan DBD tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujar Yeffi.

Sebagai bentuk penerapan langsung dari materi yang diberikan, peserta juga diajak membuat ovitrap, yaitu alat sederhana untuk memantau dan mengendalikan populasi nyamuk di lingkungan rumah masing-masing. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat karena dinilai mudah diterapkan dan memiliki manfaat nyata dalam upaya pencegahan DBD.

Selain edukasi mengenai DBD, masyarakat juga memperoleh sosialisasi mengenai program dan layanan BPJS Kesehatan yang disampaikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Kota Padang. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai akses pelayanan kesehatan yang tersedia.

Rangkaian kegiatan pada kunjungan kedua diawali dengan senam bersama yang diikuti masyarakat dan panitia. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Selain bertujuan meningkatkan kebugaran fisik, senam bersama juga menjadi media untuk mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.

Komitmen terhadap kesehatan lingkungan semakin diperkuat melalui kegiatan gotong royong bersama. Warga, panitia, dan berbagai pihak terkait membersihkan lingkungan sekitar sebagai upaya mengurangi potensi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula pembuatan taman mini di Puskesmas Pembantu Alai Parak Kopi dengan menanam berbagai tanaman seperti jahe, kunyit, serai, dan kemangi.

Sementara itu, kunjungan ketiga difokuskan pada edukasi kreatif dan pelayanan kesehatan masyarakat. Anak-anak mengikuti lomba menghias botol bekas sebagai bentuk pemanfaatan kembali barang yang tidak terpakai menjadi karya yang bernilai guna dan estetika. Kegiatan tersebut sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Pada waktu yang bersamaan, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, gula darah, dan asam urat. Pemeriksaan ini menjadi salah satu bentuk deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Sebagai upaya keberlanjutan program, panitia turut memasang plang edukasi mengenai pencegahan DBD di lingkungan Puskesmas Pembantu Alai Parak Kopi. Keberadaan media edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketua Pelaksana Desa Binaan 2026 mengatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam menjaga kesehatan dan lingkungan.

Melalui Program Desa Binaan 2026, HIMA IKM KM FKM Universitas Andalas berharap semangat peduli lingkungan dan keberanian untuk memberantas jentik terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, lingkungan yang bersih dan sehat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang terbebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue (YF)

" Jasa Pembuatan Website Murah, Keren & Ga Ribet "

Jenis Website

Service

More