
Padang – Aliansi Mahasiswa Solok Se-Indonesia (AMS) membekali ratusan panitia AMS Mengabdi 6 sebelum diterjunkan ke berbagai pelosok Kabupaten Solok untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat. Pembekalan yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Sumatera Barat Convention Hall itu menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat.
Sebagai organisasi mahasiswa kedaerahan terbesar di Sumatera Barat yang menghimpun ribuan mahasiswa asal Solok Raya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, AMS selama lebih dari satu dekade dikenal konsisten menjalankan berbagai program di bidang kepemudaan, pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai inovasi yang dilakukan bahkan telah mengantarkan organisasi tersebut meraih penghargaan di tingkat nasional.
Ketua Umum AMS, Anggra Islami Dasya, mengatakan pembekalan menjadi tahapan penting agar seluruh panitia memiliki kesiapan, baik dari sisi pengetahuan maupun kemampuan teknis, sebelum turun langsung ke tengah masyarakat.
“AMS Mengabdi lahir dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang masih kita temui di daerah. Karena itu, sebelum turun ke lapangan kami mempersiapkan diri melalui pembekalan agar setiap langkah yang diambil benar-benar berangkat dari pemahaman, kolaborasi, dan semangat menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Kami percaya, perubahan tidak lahir dari niat baik semata, tetapi dari kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujar Anggra.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menyampaikan gagasan perubahan, tetapi juga menghadirkan solusi melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Desri Maharani Eka Putri menjelaskan pembekalan menjadi fondasi dalam menyatukan visi seluruh panitia sebelum pelaksanaan AMS Mengabdi 6. Selain memperkuat kesiapan teknis di lapangan, kegiatan tersebut juga membangun semangat kolaborasi, kepedulian, dan tanggung jawab dalam menjalankan setiap program pengabdian.
Pembekalan secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Syefdinon, S.Sos., M.M. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi AMS yang terus menghadirkan gerakan pengabdian secara berkelanjutan.
Menurut Syefdinon, AMS telah membuktikan bahwa mahasiswa mampu menjadi kekuatan strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, panitia, serta pihak-pihak yang terus menjaga semangat pengabdian bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Solok, Fauzi Rusli, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kepemudaan yang diinisiasi mahasiswa asal Solok Raya.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta memperoleh pembekalan dari sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat Dr. Ir. Era Sukma Munaf, S.T., M.M., M.T., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, serta sejumlah pakar dari berbagai bidang. Materi yang diberikan mencakup strategi pengabdian masyarakat, kepemimpinan, mitigasi bencana, pembangunan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup oleh Wakil Bupati Solok yang kembali mengapresiasi konsistensi AMS dalam menjaga semangat pengabdian dan membangun kolaborasi lintas sektor. Ia berharap AMS terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah melalui kontribusi nyata generasi muda.
Sebagai program unggulan AMS, AMS Mengabdi telah menjadi wadah bagi mahasiswa asal Solok Raya untuk kembali mengabdi di kampung halaman melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan desa. Konsistensi program tersebut mengantarkan AMS Mengabdi meraih penghargaan tingkat nasional sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi nyata mahasiswa dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Melalui pembekalan ini, AMS menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan gerakan pengabdian yang terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai bagian dari solusi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Solok dan Sumatera Barat (YF)