
Padang (13/10) — Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Bank Sampah Indonesia (DPW ASOBSI) Provinsi Sumatera Barat Periode 2026–2031 serta Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Bank Sampah Indonesia (DPD ASOBSI) Kota Padang Periode 2026–2028 resmi dilantik dan dikukuhkan di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat pada hari Minggu 11 Oktober 2026.
Kepengurusan tersebut dilantik langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat ASOBSI Wilda Yanti dan dikukuhkan atas nama Gubernur Sumatera Barat yang dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat Ir. Kuartini Deti Putri, M.Si.
ASOBSI Sumatera Barat periode 2026–2031 dipimpin oleh Syaifuddin Islami, STP, M.Si, sedangkan DPD ASOBSI Kota Padang periode 2026–2028 dipimpin oleh Ekawati. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Kolaborasi Bank Sampah untuk Sumatera Barat Bersih, Berdaya, dan Berkelanjutan melalui Ekonomi Sirkular dan Inovasi”.
Ketua DPW ASOBSI Sumatera Barat Syaifuddin Islami, STP, M.Si menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031 merupakan awal dari tanggung jawab besar untuk mengonsolidasikan gerakan bank sampah di seluruh Sumatera Barat.
“Pengukuhan bukanlah titik akhir dari pembentukan organisasi. Justru mulai hari ini kita harus membuktikan bahwa keberadaan DPW ASOBSI Sumatera Barat memberikan manfaat nyata bagi bank sampah dan masyarakat.” ujar Syaifuddin
Menurutnya, perjalanan bank sampah telah mengalami perubahan. Pada awalnya bank sampah dikenal sebagai tempat masyarakat memilah, menimbang dan menabung sampah. Saat ini bank sampah telah berkembang menjadi ruang pendidikan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, kegiatan ekonomi komunitas, pengembangan produk daur ulang hingga berbagai inovasi pengolahan sampah.
Tahap berikutnya menurut Syaifuddin adalah membawa bank sampah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi sirkular Sumatera Barat.
“Bank sampah ke depan harus kuat kelembagaannya, tertib datanya, transparan tata kelolanya, memiliki akses pasar, mampu berinovasi dan mempunyai jejaring usaha. Kita harus bergerak dari bank sampah yang semula hanya mengumpulkan material menuju bank sampah yang produktif dan memberi nilai tambah.” tambah Syaifuddin
DPW ASOBSI Sumatera Barat, lanjut Syaifuddin, akan mendorong beberapa agenda utama, antara lain pemetaan dan konsolidasi bank sampah, peningkatan kapasitas pengelola, penguatan kelembagaan, perluasan pasar, pengembangan teknologi tepat guna, digitalisasi, serta pembangunan kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan dan industri daur ulang.
“Lima tahun ke depan jangan hanya ditanya berapa kali kita rapat atau berapa banyak kegiatan. Yang jauh lebih penting adalah berapa bank sampah yang telah aktif dan mandiri, berapa ton sampah yang berhasil dialihkan dari TPA, berapa inovasi yang lahir, berapa banyak masyarakat yang melakukan pemilahan, dan berapa nilai ekonomi yang kembali kepada masyarakat.” tegas Syaifuddin. (FF)




