
Kabupaten Solok – Mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas menggelar kegiatan “Melek TBC” di SMAN 1 IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, pada 21 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi muda terhadap pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis (TBC).
Kegiatan “Melek TBC” merupakan bagian dari program GASPOL TBC (Gerakan Aksi Sadar, Peduli, dan Lawan Tuberkulosis) yang dilaksanakan mahasiswa PBL FKM Universitas Andalas di wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Lasi.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai berbagai aspek penting terkait TBC, mulai dari pengertian penyakit, cara penularan, tanda dan gejala, langkah pencegahan, hingga pentingnya melakukan deteksi dini dan menjalani pengobatan secara teratur.

Edukasi dikemas secara menarik dan interaktif agar materi dapat lebih mudah dipahami oleh para siswa. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenali berbagai gejala yang perlu diwaspadai, termasuk batuk yang berlangsung dalam waktu lama, serta memahami pentingnya segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.
Mahasiswa PBL juga menekankan bahwa pengetahuan mengenai TBC tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melindungi keluarga dan lingkungan sekitar dari risiko penularan.
Selain meningkatkan pemahaman, kegiatan “Melek TBC” diharapkan dapat membangun kepedulian para siswa dalam pencegahan TBC sekaligus mengurangi stigma terhadap orang yang sedang menjalani pengobatan.
Para siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarkan informasi yang benar mengenai TBC, mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, serta memberikan dukungan kepada orang yang sedang menjalani pengobatan.
Melalui program GASPOL TBC, mahasiswa PBL FKM Universitas Andalas berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah Sungai Lasi, terhadap bahaya dan pencegahan TBC terus meningkat.
Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu mengenali gejala lebih awal, melakukan pemeriksaan secara tepat, serta mendukung proses pengobatan hingga tuntas sebagai bagian dari upaya bersama mencegah penularan TBC. “Melek TBC, Kenali Gejalanya, Cegah Penularannya, dan Dukung Pengobatannya!” (YF)



