Tuesday, August 4, 2026

15 Jam Menembus Medan Terjal, AMS Mengabdi 6 Hadirkan Pengabdian dan Kawal Aspirasi Masyarakat Tigo Jangko

Kabupaten Solok – Perjalanan panjang selama hampir 15 jam harus ditempuh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Panitia AMS Mengabdi 6 untuk mencapai Jorong Tigo Jangko, Nagari Sumiso, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok. Wilayah yang dikenal memiliki akses jalan terjal, berbatu, berlumpur, dan sulit dilalui itu menjadi lokasi pengabdian tahunan yang diselenggarakan Aliansi Mahasiswa Solok Se-Indonesia (AMS).

AMS merupakan organisasi mahasiswa daerah yang menghimpun ribuan mahasiswa asal Solok dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui program AMS Mengabdi 6 yang berlangsung pada 25–31 Juli 2026, para mahasiswa hadir tidak hanya membawa berbagai program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga mengawal aspirasi warga terkait pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak.

Perjalanan menuju lokasi dimulai sejak pukul 04.00 WIB. Rombongan harus melintasi sejumlah kabupaten dan kota sebelum memasuki jalur pedalaman. Untuk mencapai Tigo Jangko, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan double gardan karena kondisi jalan yang ekstrem. Bahkan di beberapa titik, rombongan harus berjalan kaki akibat kendaraan tidak lagi mampu melintas. Ketika hujan turun, akses menuju kawasan tersebut nyaris tidak dapat dilewati.

Meski menghadapi tantangan medan yang berat, semangat pengabdian para mahasiswa tidak surut. Selama sepekan, puluhan program dilaksanakan dengan fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.

Di sektor pendidikan, AMS menghadirkan program AMS Mengajar, Festival Cerya, serta membangun Rumah Cerya (Cerdas dan Berbudaya) sebagai ruang belajar yang diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh anak-anak di Jorong Tigo Jangko. Sementara di bidang kesehatan, panitia menggelar pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi pencegahan malnutrisi, kampanye cuci tangan pakai sabun, serta kegiatan Sigiber (Sikat Gigi Bersama).

Berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan juga dilaksanakan, mulai dari penyusunan Peta Wilayah Jorong Tigo Jangko, Maghrib Mengaji, Festival Maghrib Mengaji, Nutri Kreasi, hingga sejumlah program pemberdayaan masyarakat lainnya.

Ketua Pelaksana AMS Mengabdi 6, Desri Maharani Eka Putri, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami ingin AMS Mengabdi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Setiap program disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan dan dilanjutkan bersama warga setelah seluruh panitia kembali,” ujarnya.

Bagi AMS, pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan program, tetapi juga melalui upaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Selama berada di Jorong Tigo Jangko, para mahasiswa menghimpun berbagai aspirasi warga, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan yang selama bertahun-tahun menjadi hambatan utama bagi mobilitas masyarakat, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta aktivitas ekonomi.

Sebagai bentuk komitmen, sebelum pelaksanaan AMS Mengabdi 6, Aliansi Mahasiswa Solok Se-Indonesia telah melakukan komunikasi, audiensi, dan menyampaikan surat resmi kepada Bupati Solok dan Wakil Bupati Solok guna mendorong percepatan pembangunan akses jalan menuju Jorong Tigo Jangko.

 

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Solok Se-Indonesia, Anggra Islami Dasya, saat penutupan kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Solok beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Solok.

 

“Kami datang bukan hanya membawa program, tetapi juga membawa amanah masyarakat. Selama satu pekan kami hidup bersama warga dan menyaksikan langsung bagaimana kondisi akses memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan. Karena itu, AMS berkomitmen terus mengawal aspirasi masyarakat Tigo Jangko agar tidak berhenti sebagai cerita dari pelosok, tetapi menjadi perhatian pemerintah dan diwujudkan melalui langkah nyata. Sudah puluhan tahun Indonesia merdeka. Sudah saatnya masyarakat Tigo Jangko juga menikmati kemerdekaan itu melalui akses jalan yang layak dan pembangunan yang merata,” tegas Anggra.

Sebagai salah satu hasil nyata pengabdian, AMS juga menyerahkan Peta Wilayah Jorong Tigo Jangko kepada Pemerintah Jorong. Dokumen tersebut disusun selama pelaksanaan AMS Mengabdi 6 dan ditandatangani secara simbolis oleh Ketua Umum AMS, Kepala Jorong Tigo Jangko, serta Wakil Bupati Solok sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung perencanaan pembangunan wilayah.

Pada penutupan kegiatan, Wakil Bupati Solok menyampaikan apresiasi atas konsistensi Aliansi Mahasiswa Solok Se-Indonesia yang terus menghadirkan program pengabdian di wilayah-wilayah pelosok Kabupaten Solok.

 

> “Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Aliansi Mahasiswa Solok Se-Indonesia yang telah memilih Jorong Tigo Jangko sebagai lokasi pengabdian. Apa yang dilakukan AMS menunjukkan bahwa kepedulian terhadap daerah tidak berhenti pada gagasan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Kami berharap semangat, konsistensi, dan kolaborasi seperti ini terus tumbuh serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk ikut mengambil bagian dalam membangun Kabupaten Solok,” ujarnya.

 

Selama sepekan pelaksanaan AMS Mengabdi 6, masyarakat Tigo Jangko tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Warga bergotong royong menyiapkan lokasi, mendukung pelaksanaan program, hingga bersama panitia mempersiapkan penutupan kegiatan. Kebersamaan tersebut menjadi potret kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun daerah.

 

AMS Mengabdi 6 menjadi penegasan bahwa pengabdian bukan sekadar hadir di daerah terpencil, tetapi juga menghadirkan solusi, memperkuat kolaborasi, dan mengawal aspirasi masyarakat agar tidak berhenti di lokasi pengabdian. Perjalanan hampir 15 jam menuju Jorong Tigo Jangko menjadi simbol komitmen Aliansi Mahasiswa Solok Se-Indonesia untuk terus memperjuangkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah yang masih tertinggal di Kabupaten Solok (YF)

" Jasa Pembuatan Website Murah, Keren & Ga Ribet "

Jenis Website

Service

More