
Sawahlunto (20/09) — Pengamat politik nasional Dr. Pangi Syarwi Chaniago, M.IP. hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Partai Gerindra Sumatera Barat yang digelar di Lapangan Kandi Kota Sawahlunto pada hari Sabtu 20 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta Diklat Laskar Gerindra se-Sumatera Barat. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade, serta jajaran internal Partai Gerindra Sumatera Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Pangi Syarwi menyampaikan materi mengenai penguatan politik, kepemimpinan, serta pentingnya membangun kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, kekuatan politik tidak hanya dibangun melalui struktur organisasi, tetapi juga melalui hubungan yang baik dan kedekatan emosional antara pemimpin dengan masyarakat.
Pangi mengatakan, hubungan emosional dan kedekatan antara masyarakat dengan pemimpinnya merupakan salah satu cara untuk menyentuh rasa masyarakat. Ia mencontohkan pola pendekatan yang dilakukan oleh Andre Rosiade dan Vasko Ruseimy sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat.
“Hubungan emosional dan kedekatan dengan masyarakat merupakan salah satu cara untuk menyentuh rasa masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan hadir secara langsung, menyapa masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta memahami permasalahan yang mereka hadapi.” ujar Pangi dalam pemaparannya
Pangi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial memang telah mengubah pola komunikasi politik. Namun menurut Pangi, komunikasi secara langsung dan tatap muka dengan masyarakat masih memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatannya terhadap dinamika politik, Pangi menyebut belum ada pola komunikasi yang sepenuhnya mampu menggantikan interaksi langsung antara pemimpin dengan masyarakat.
“Ketika seorang pemimpin ataupun calon pemimpin mau menyapa masyarakat dengan cara bertatap muka langsung, mau menerima aspirasi dan mendengarkan keluh-kesah masyarakat, mampu berbaur dengan masyarakat serta mampu memberikan solusinya, inilah sosok calon pemimpin yang diharapkan lahir dari Partai Gerindra.” ungkap Pangi
Menurut Pangi, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dua arah. Masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi mengenai program dan kebijakan, tetapi juga membutuhkan ruang untuk menyampaikan aspirasi serta permasalahan yang mereka hadapi secara langsung.
Oleh karena itu, Pangi mendorong para peserta Diklat Laskar Gerindra Sumatera Barat untuk memahami pentingnya komunikasi politik yang santun, terbuka, dan berorientasi pada masyarakat. Peserta Diklat juga diharapkan mampu menjadi bagian sebagai penghubung komunikasi antara organisasi, kader, dan masyarakat di berbagai daerah di Sumatera Barat.
“Politik pada akhirnya adalah bagaimana membangun kepercayaan. Kepercayaan itu tidak lahir begitu saja, tetapi dibangun melalui komunikasi, kehadiran, konsistensi, dan kemampuan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.” kata Pangi
Diklat Laskar Gerindra Sumatera Barat yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi bagian dari agenda pembekalan dan penguatan kapasitas para peserta. Selain mendapatkan materi terkait politik dan kepemimpinan, peserta juga mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat disiplin, solidaritas, serta pemahaman terhadap tugas dan peran mereka dalam organisasi.
Kegiatan di Lapangan Kandi Kota Sawahlunto tersebut berlangsung dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat yang melibatkan ratusan peserta sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal serta memperkuat komunikasi antar kader dan jajaran Partai Gerindra di tingkat daerah.
Dengan adanya kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami aspek organisasi dan politik, tetapi juga mampu menerapkan pola komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat serta memahami dinamika dan kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing. (FF)



