
Kabupaten Tangerang— Komitmen membangun kawasan pesisir yang sehat, produktif, dan berkelanjutan diwujudkan melalui gerakan bertajuk *“Sehat Nelayannya, Lestari Pesisirnya”* yang digelar di Kampung Bahari Nusantara, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, pada Juni 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Wavemakers Indonesia bersama KERAPU Jabodetabek dan DPC IKA Undip Kabupaten Tangerang tersebut melibatkan berbagai komunitas, alumni, pegiat lingkungan, serta masyarakat pesisir. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat pelestarian ekosistem pesisir melalui pendekatan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terintegrasi.
Rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian 100 kacamata baca bagi nelayan, penebaran 3.000 bibit ikan bandeng, serta penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Pakuhaji.
Program pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata baca menjadi bentuk perhatian terhadap kesehatan para nelayan yang setiap hari beraktivitas di bawah paparan sinar matahari dan lingkungan laut. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas kerja nelayan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.
Selain itu, sebanyak 3.000 bibit ikan bandeng ditebar sebagai upaya mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan dan memperkuat produktivitas perairan pesisir. Bandeng merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam penyediaan sumber protein bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan, kegiatan ini juga diisi dengan penanaman 2.000 bibit mangrove. Keberadaan mangrove dinilai sangat penting karena berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi, menyerap karbon, menjaga kualitas lingkungan pesisir, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota perairan.
Founder Wavemakers Indonesia, Aulia Rahmawati Tsaniya, menegaskan bahwa pembangunan wilayah pesisir harus dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
“Pesisir yang tangguh dibangun melalui keseimbangan antara manusia dan alam. Karena itu, melalui penebaran 3.000 bibit ikan bandeng dan penanaman 2.000 bibit mangrove, kami tidak hanya berupaya mendukung produktivitas perikanan masyarakat, tetapi juga memperkuat ekosistem pesisir sebagai fondasi ketahanan pangan dan ekonomi biru yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas komunitas, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat akan menjadi kunci dalam menjaga masa depan pesisir Indonesia,” ujar Aulia.
Melalui gerakan ini, para penyelenggara berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya menjaga keberlanjutan kawasan pesisir. Pembangunan pesisir tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memastikan masyarakat yang hidup di dalamnya memiliki akses terhadap layanan kesehatan, sumber penghidupan yang layak, serta lingkungan yang tetap produktif bagi generasi mendatang.
Wavemakers Indonesia sendiri merupakan gerakan sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program pendidikan, lingkungan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kapasitas komunitas. Dengan semangat kolaborasi, organisasi ini terus mendorong terciptanya ekosistem pesisir yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.