
PADANG— Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dijadwalkan meluncurkan buku Transparansi Tiga Arah: Islam, Dunia Global, dan Indonesia dalam Era Keterbukaan Informasi karya Musfi Yendra, Selasa, 8 September 2026. Buku setebal 430 halaman tersebut merupakan refleksi, evaluasi, pemikiran, dan gagasan penulis selama dua tahun mengabdi sebagai Komisioner Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat.
Peluncuran buku diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari rangkaian Festival Literasi Sumbar 2026. Kegiatan ini turut dihadiri Bunda Literasi Sumatera Barat Harneli Bahar serta Bunda Literasi kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Festival Literasi Sumbar 2026 mengangkat tema “Peran Literasi dalam Menjaga dan Melestarikan Budaya.” Peluncuran buku tersebut menjadi ruang perjumpaan antara literasi, gagasan, kebijakan publik, dan upaya membangun budaya keterbukaan informasi di tengah masyarakat.
Transparansi sebagai Jembatan Pemerintah dan Masyarakat
Buku Transparansi Tiga Arah menghadirkan gagasan mengenai pentingnya transparansi sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan dan kehidupan demokrasi. Transparansi tidak semata-mata dipahami sebagai kewajiban badan publik untuk membuka informasi, tetapi juga sebagai upaya membangun kepercayaan, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel.
Melalui buku ini, Musfi Yendra mengajak pembaca melihat transparansi dari perspektif yang lebih luas. Keterbukaan informasi ditempatkan bukan sekadar persoalan administratif, melainkan sebagai jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai kekuatan sosial dalam membangun tata kelola yang lebih terbuka dan bertanggung jawab.
Peluncuran buku dalam Festival Literasi Sumbar 2026 juga memiliki makna penting karena literasi pada hakikatnya tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis. Literasi berkembang menjadi kemampuan masyarakat untuk memahami informasi, mengkritisi kebijakan, menyampaikan gagasan, serta mengambil bagian dalam kehidupan publik.
Mahyeldi: Keterbukaan Informasi Harus Diterapkan Secara Sungguh-Sungguh
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, dalam pengantar buku tersebut, mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di bawah kepemimpinannya telah mengambil langkah nyata untuk menerapkan keterbukaan informasi publik secara sungguh-sungguh.
“Komitmen tersebut terejawantahkan melalui berbagai inovasi sistem dan praktik keterbukaan, khususnya dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang meliputi seluruh siklus: perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan kepada publik. Salah satu bukti konkret adalah hadirnya Dasbor Pembangunan Terbuka (Open Dashboard) yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat,” ungkapnya.
Mahyeldi berharap buku Transparansi Tiga Arah tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga menjadi referensi yang menginspirasi praktik baik keterbukaan informasi di seluruh tingkatan pemerintahan dan masyarakat.
Kehadiran buku tersebut diharapkan dapat memperkaya khazanah literasi masyarakat Sumatera Barat, khususnya dalam memahami isu keterbukaan informasi publik, transparansi pemerintahan, dan partisipasi masyarakat.
Bukan Sekadar Seremoni
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Jumaidi, mengatakan Festival Literasi Daerah menjadi upaya memperkuat ekosistem literasi melalui edukasi, kompetisi, apresiasi, kreativitas, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Peluncuran buku karya Musfi Yendra ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi awal dari percakapan yang lebih luas tentang masa depan keterbukaan, literasi, dan tata kelola pemerintahan di Sumatera Barat,” ungkapnya.
Sementara itu, penulis Musfi Yendra mengatakan buku tersebut ditujukan bukan hanya untuk para pemangku kebijakan atau aktivis keterbukaan, tetapi juga untuk siapa pun yang percaya bahwa informasi bukan milik elit, melainkan milik rakyat.
“Transparansi bukan sekadar membuka informasi. Transparansi adalah membuka ruang kepercayaan, membuka ruang partisipasi, dan membuka jalan bagi masyarakat untuk ikut mengawal kehidupan publik,” ungkap Musfi.
Buku Transparansi Tiga Arah ditulis Musfi Yendra selama dua tahun menjabat Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat periode 2024–2026 dan diterbitkan oleh Rumahkayu Pustaka (FF)



