
Padang – Persiapan pelaksanaan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat terus dimatangkan. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, membangun kolaborasi, serta merumuskan langkah strategis dalam mendorong kemajuan dunia usaha dan perekonomian Sumatera Barat.
Ketua Kadin Sumatera Barat, Ir. Buchari Bahter, MT, meminta seluruh panitia untuk bekerja sama dan membangun kolaborasi dalam mempersiapkan serta menyukseskan pelaksanaan Rapimprov.
Menurut Buchari, keberhasilan Rapimprov bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan dan kekompakan seluruh unsur kepanitiaan serta jajaran Kadin Sumatera Barat.
“Panitia harus terus bekerja sama dan berkolaborasi. Kita ingin seluruh tahapan persiapan berjalan dengan baik sehingga Rapimprov dapat terlaksana secara sukses dan memberikan manfaat bagi organisasi maupun dunia usaha di Sumatera Barat,” ujar Buchari.
Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang solid antarbagian kepanitiaan. Dengan kerja bersama, berbagai persiapan teknis maupun substansi Rapimprov diharapkan dapat diselesaikan secara optimal.
Ketua Panitia Organizing Committee (OC) Rapimprov Kadin Sumatera Barat, Joni Mardianto, SS., M.Par., menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat koordinasi bersama seluruh unsur yang terlibat.
“Rapimprov harus kita jadikan momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan langkah, serta menghasilkan gagasan dan program yang benar-benar dibutuhkan dunia usaha di Sumatera Barat,” ujar Joni.
Sementara itu, Gun Sugianto, SH., MH., menjelaskan bahwa pelaksanaan Rapimprov perlu dipersiapkan secara matang dengan memperhatikan ketentuan organisasi dan agenda yang telah ditetapkan Kadin Indonesia.
Rapimprov Kadin se-Indonesia dijadwalkan berlangsung secara serentak pada 24 September 2026, bertepatan dengan HUT ke-58 Kadin Indonesia dan sosialisasi publikasi We Buy From Indonesi (WBFI). Pelaksanaan serentak tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan konsolidasi organisasi Kadin di seluruh Indonesia.
Gun menambahkan, Rapimprov memiliki posisi penting sebagai forum koordinasi dan sinkronisasi program organisasi. Berdasarkan panduan Kadin Indonesia, Rapimprov merupakan forum untuk menyelaraskan perencanaan dan pelaksanaan program serta wajib diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun.
“Karena itu, seluruh tahapan harus dipersiapkan dengan baik. Kita ingin Rapimprov menghasilkan rekomendasi yang konkret, baik untuk penguatan organisasi maupun pengembangan ekonomi daerah,” jelasnya.
Sekretaris Panitia OC, Arlin Teguh Ardani, mengatakan koordinasi antarpanitia menjadi bagian penting agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai jadwal.
“Koordinasi akan terus kami perkuat agar seluruh kebutuhan administrasi, materi, kepesertaan dan teknis pelaksanaan dapat diselesaikan tepat waktu,” kata Arlin.
Berdasarkan panduan Kadin Indonesia, sejumlah tahapan penting harus diselesaikan sebelum hari pelaksanaan, termasuk pengesahan kepanitiaan paling lambat 28 Agustus 2026, penyelesaian materi persidangan, serta verifikasi peserta dan pencetakan materi paling lambat 17 September 2026.

Rapimprov nantinya diharapkan tidak berhenti pada forum persidangan, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi bahan masukan bagi Rapimnas Kadin Indonesia yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.
Dengan semangat kerja sama dan kolaborasi seluruh jajaran, Kadin Sumatera Barat menargetkan pelaksanaan Rapimprov berlangsung sukses serta mampu menghasilkan rumusan program dan rekomendasi strategis yang dapat memperkuat organisasi sekaligus mendorong pertumbuhan dunia usaha di Sumatera Barat.



